Senin, 03 Oktober 2016

Kembalinya Mental Baja Milan Yang Sempat Lama Hilang

Sempat tertinggal dua gol namun tetap menang, tak semua tim sanggup melakukannya. Dari segelintir tim dengan semangat tarung, mental baja dan keyakinan menang seperti itu, salah satunya adalah AC Milan.

Milan di masa silam, kualitas maupun mentalnya tak perlu diragukan. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Milan mengalami kemerosotan. Jika sudah tertinggal dua gol, besar kemungkinan mereka bakal kalah atau maksimal imbang.

Menjamu Sassuolo di giornata 7 Serie A 2016/17, Milan besutanVincenzo Montella menunjukkan sedikit gambaran tentang Milan yang sebenarnya. Sempat tertinggal dua gol pada satu titik di tengah laga, tapi mereka tetap sanggup menang.

Milan membuka keunggulan lewat Giacomo Bonaventura di menit 9. Namun, Sassuolo berturut-turut mencetak tiga gol melalui Matteo Politano menit 10, Francesco Acerbi menit 54 dan Lorenzo Pellegrini menit 56. Di titik ini, Milan tertinggal dua gol dalam skor 1-3.

Dengan semangat tarung serta mental yang luar biasa, Milan bangkit dan mencetak tiga gol tambahan untuk membalikkan keadaaan. PenaltiCarlos Bacca menit 69 serta gol Manuel Locatelli menit 73 dan sundulanGabriel Paletta menit 77 memastikan Rossoneri menang 4-3.
Yepes dan Paletta, dua pemain dari era berbeda ini sama-sama mencetak gol penentu kemenangan Milan dalam dua laga tersebut dengan sundulan. Selain itu, mereka juga sama-sama berposisi sebagai bek sentral.
Musim 2011/12 itu, Milan finis peringkat dua di Serie A. Juara Supercoppa Italiana 2011 itu juga melangkah hingga semifinal Coppa Italia dan perempat final Liga Champions. Pencetak gol terbanyak Milan waktu itu adalah Zlatan Ibrahimovic, yang menyarangkan 35 gol di semua ajang.
Milan musim ini bertekad finis di papan atas dan kembali ke Eropa setelah selalu absen sejak 2014/15. Jika bisa mempertahankan semangat tarung, mental baja dan keyakinan untuk menang seperti ketika melawan Sassuolo, target itu seharusnya bisa mereka wujudkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar