Senin, 03 Oktober 2016

Liverpool Impresif, Milner Kirim Peringatan pada MU



James Milner memperingatkan Manchester United bahwaLiverpool kini tengah berada dalam bentuk permainan terbaik.

Penalti dari Milner memastikan The Reds memasuki jeda Internasional dengan momentum positif, empat kemenangan beruntun di liga.

Dan di pertandingan berikutnya di Anfield, tim asuhan Jurgen Klopp akan menghadapi rival tradisional mereka, Manchester United, yang justru hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Stoke City di Old Trafford semalam.

"Kami sudah dinanti pertandingan besar ketika kami kembali nanti dan saya harap semua pemain akan kembali dari jeda Internasional dalam kondisi benar-benar fit," tutur Milner menurut Daily Star.

"Masih ada jalan panjang menuju gelar juara dan ini masih awal, namun kami tahu kami bisa mengalahkan siapapun dan kami ingin terus mempertahankan ini."

"Hal terbaik adalah kami bisa lebih hebat lagi. Saya masih berusia 30 dan saya adalah yang tertua, yang mana itu mengecewakan untuk saya, namun saya puas melihat betapa mudanya skuat kami dan juga masih ada banyak ruang untuk berkembang." 

MU Ikuti Man City Incar Pemain Muda Terbaik Liga Belgia



Manchester United tidak ingin ketinggalan oleh rival sekotanya, Manchester City, untuk urusan perburuan talenta pemain muda. Setan Merah dikabarkan telah menyusul jejak City dalam perburuan Leon Bailey.

Bailey musim lalu tampil gemilang bersama Genk di Liga Belgia. Pengakuan atas talenta besarnya yakni dengan penyematan gelar pemain muda terbaik Liga Belgia pada musim 2015/16 yang lalu.

Baru berusia 19 tahun, musim lalu ia tampil pada 31 pertandingan dan mencetak enam gol. Sementara pada musim ini Bailey sudah mencetak dua gol dari delapan pertandingan.

Hal inilah yang kemudian memicu ketertarikan dari MU. Bahkan, seperti dikutip dari ESPN, MU telah mengirimkan kepala pemandu bakatnya, Jim Lawlor, untuk memantau Bailey secara langsung.

Jim melihat langsung saat Bailey mencetak satu gol yang membantu Genk mengalahkan Sassuolo dengan skor 3-1 di ajang Liga Europa. Penampilan ini membuat MU semakin mantap dengan bakat yang dimiliki oleh Bailey.

Selain MU dan City, beberapa klub lain juga tertarik dengan jasa pemain asal Jamaika ini. Chelsea bahkan sudah menyuruh Kevin De Bruyne dan Thibaut Courtois untuk merayunya

Kembalinya Mental Baja Milan Yang Sempat Lama Hilang

Sempat tertinggal dua gol namun tetap menang, tak semua tim sanggup melakukannya. Dari segelintir tim dengan semangat tarung, mental baja dan keyakinan menang seperti itu, salah satunya adalah AC Milan.

Milan di masa silam, kualitas maupun mentalnya tak perlu diragukan. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Milan mengalami kemerosotan. Jika sudah tertinggal dua gol, besar kemungkinan mereka bakal kalah atau maksimal imbang.

Menjamu Sassuolo di giornata 7 Serie A 2016/17, Milan besutanVincenzo Montella menunjukkan sedikit gambaran tentang Milan yang sebenarnya. Sempat tertinggal dua gol pada satu titik di tengah laga, tapi mereka tetap sanggup menang.

Milan membuka keunggulan lewat Giacomo Bonaventura di menit 9. Namun, Sassuolo berturut-turut mencetak tiga gol melalui Matteo Politano menit 10, Francesco Acerbi menit 54 dan Lorenzo Pellegrini menit 56. Di titik ini, Milan tertinggal dua gol dalam skor 1-3.

Dengan semangat tarung serta mental yang luar biasa, Milan bangkit dan mencetak tiga gol tambahan untuk membalikkan keadaaan. PenaltiCarlos Bacca menit 69 serta gol Manuel Locatelli menit 73 dan sundulanGabriel Paletta menit 77 memastikan Rossoneri menang 4-3.
Yepes dan Paletta, dua pemain dari era berbeda ini sama-sama mencetak gol penentu kemenangan Milan dalam dua laga tersebut dengan sundulan. Selain itu, mereka juga sama-sama berposisi sebagai bek sentral.
Musim 2011/12 itu, Milan finis peringkat dua di Serie A. Juara Supercoppa Italiana 2011 itu juga melangkah hingga semifinal Coppa Italia dan perempat final Liga Champions. Pencetak gol terbanyak Milan waktu itu adalah Zlatan Ibrahimovic, yang menyarangkan 35 gol di semua ajang.
Milan musim ini bertekad finis di papan atas dan kembali ke Eropa setelah selalu absen sejak 2014/15. Jika bisa mempertahankan semangat tarung, mental baja dan keyakinan untuk menang seperti ketika melawan Sassuolo, target itu seharusnya bisa mereka wujudkan.